**AMAL YANG PALING DICINTAI ALLAH ADALAH SHALAT TEPAT PADA WAKTUNYA**
Selasa, 10 Agustus 2010, 07.10am WIB
Sumber : Buku “Orang-orang Yang Dicintai Allah”, Pengarang : Adnan Tarsha.(2006)
Dalam sebuah hadist disebutkan :
“Ibnu Mas’ud ra.berkata : Saya bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘Shalat tepat pada waktunya’.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahiih al-Bukhari, Kitaab Mawaaqith al-Shalaah, Bab Fadhl al-Shalaah ‘Alaa Waqtiha).
Shalat wajib lima waktu mempunyai waktu yang terbatas pelaksanaannya, apabila telah keluar dari batasannya berarti waktunya telah lewat / habis. Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai orang yang shalat tepat pada waktunya yang terbatas tersebut, bukan shalat qadha’ yang diluar waktunya.
Ibnu Batthal berpendapat bahwa bersegera melaksanakan shalat pada awal waktunya itu lebih utama (afdhal) daripada mengakhirkannya, terkecuali kalau ia lebih mencintai untuk memilih waktu yang sunnah (mustahab).
Al-Thabari berpendapat bahwa siapa saja yang menyia-nyiakan shalat wajib hingga keluar dari waktunya, tanpa ada uzur syar’i dan meringankan waktu dan keutamaannya, maka ia telah berbuat yang lebih sia-sia lagi. (Lihat Fath al-Baari, Jilid II halaman 9; dan Jilid VI halaman 4).
Menyia-nyiakan waktu shalat hingga habis waktunya hukumnya adalah haram. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun : 4-5)
Maksud dari kalimat “bagi orang-orang yang shalat” adalah orang-orang yang ahli shalat dan mereka mengokohkannya, namun lalai; apakah dari perbuatannya secara keseluruhan ataukah dari sikapnya dalam waktu yang terbatas tersebut secara syar’i.
Menurut Ibnu Abbas ra. adalah orang-orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya. Dan menurut Abul’Aliyah adalah mereka yang shalat tidak pada waktunya, dan tidak pula menyempurnakan rukuk dan sujudnya.
Sedangkan maksud dari kalimat “yang lalai dari shalatnya” bisa berbentuk mengakhirkan waktunya dari yang awal, baik sering maupun kadang-kadang; bisa pula berbentuk pelaksanaan rukun-rukun dan syarat-syaratnya dari aspek diperintahkannya; dan bisa pula berbentuk dalam melaksanakan kekhusyukan dan perenungan makna-maknanya.
Wallahu ‘Alam…
Categories:
Popular Posts
-
Pisang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Selain mengandung fructooligosaccharides (FOS) yang mampu menurunkan kolester...
-
RESEP MEMBUAT PISANG IJO Bahan untuk + 30 porsi 1. Tepung 1,5 kg 2. Pisang 3. Gula ¾ kg 4. Sa...
-
Wahyu Terakhir dan Wafatnya Rasulullah SAW.. (Bag 2) Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW bermula. Dalam...
-
Paris Hilton Punya Kacamata Seharga BMW - lifestyle.okezone.com
-
Jangan Abaikan Dehidrasi Air begitu penting bagi tubuh. Namun, kerap kali unsur sumber kehidupan itu terlupakan atau kurang diperhitungkan...
-
Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu ashar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji pen...
-
Ngomongi soal modal usaha pasti yang langsung terbersit di benah kita adalah soal uang. Nah kali ini BankIndonesia (BI) akan mengeluarkan u...
-
Berikut kami informasikan k etentuan mengenai masa aktif selamanya pada kartu 3: Dalam waktu 90 hari ada pemakaian dari pulsa utama minima...
-
DAFTAR NAMA RUMAH SAKIT RUJUKAN PENANGGULANGAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA) NO NAMA RS ALAMAT 1 Nanggro...
-
CARA - TEKNIK BUDIDAYA BEKICOT ( Achanita spp. ) 1. SEJARAH SINGKAT Bekicot berasal dari Afrika Timur, tersebar keseluruh du...